PENGARUH
ILMU BUDAYA DASAR TERHADAP
MENINGKATNYA
KEBUTUHAN MANUSIA
DI
S
U
S
U
N
OLEH :
NAMA : JUPRIANTO
FAKULTAS : FISIPOL / ILMU KOMUNIKASI
NIP :
14.012.111.009
Dosen :
Drs.tonggo m napitupulu,msi
UNIVERSITAS
DARMA AGUNG MEDAN
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke khadirat Tuhan Yang Maha
Kuasa, karena atas berkat dan rahmay-Nya, akhirnya penulis bisa menyelesaikan
makalah ini. Tak lupa penulis ucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang baik
secara langsung atau pun tidak langsung telah membantu proses penulisan makalah
yang berjudul “Pengaruh Ilmu Budaya
dasar terhadap Meningkatnya Kebutuhan Manusia” dari awal hingga akhir.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Antropologi
Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
Bapak Drs.tonggo
m napitupulu,msi selaku dosen pembimbing dan kepada
segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan
makalah ini..
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Penulis
ucapkan maaf jika makalah ini belum sempurna. Penulis sadar, masih banyak
kekurangan dalam makalah ini. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat
penulis harapkan.
Medan, Februari 2015
Penulis
BAB
I
1.1Pendahuluan
Kebudayaan adalah
hasil cipta, karsa dan rasa manusia oleh karenanya kebudayaan mengalami
perubahan dan perkembangan sejalan dengan perkembangan manusia itu.
Perkembangan tersebut dimaksudkan untuk kepentingan manusia itu sendiri, karena
kebudayaan diciptakan oleh dan untuk manusia. Menurut E. B. Taylor, kebudayaan merupakan kompleks yang mencakup
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan
lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat, sehingga kebudayaan
mancakup seluruh hal yang diperoleh atau dipelajari manusia sebagai anggota
masyarakat meliputi seluruh pola pikir, merasakan dan bertindak.
Sedangkan menurut
Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi berpendapat bahwa kebudayaan adalah
semua hasil karya kemampuan menghasilkan teknologi dan kebudayaan
materi), rasa (kemampuan jiwa manusia dalam mewujudkan norma dan sistem nilai
lainnya), cipta (kemampuan mental dan pikiran untuk menghasilkan filsafat dan
ilmu pengetahuan) masyarakat. Sistem nilai budaya merupakan wujud abstrak dari
sebuah kebudayaan. Sebuah sistem nilai budaya yang hidup di masyarakat dapat
mempengaruhi tindakan orang-orang yang terikat dengan budaya itu sendiri.
Masyarakat adalah orang atau manusia yang hidup bersama yang menghasilkan
kebudayaan, keduanya tidak dapat dipisahkan.
Oleh karena itu, kebudayaan memiliki pengaruh yang kuat bagi
setiap tindak tanduk masyarakat yang hidup didalamnya. Akibat pengaruh ini,
seringkali terjadi masalah didalamnya. Salah satunya adalah masalah ekonomi.
Kebudayaan yang tidak sesuai bisa saja menjadi salah satu penyebab kemiskinan
di masyarakat.
1.2. Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan
Ilmu Budaya dasar dan tujuannya?
2.
Bagaimana yang di maksud
dengan antara teknologi dan budaya dalam masyarakat ?
1.3. Tujuan penulis
1.
Agar
kita dapat memahami apa itu pengertian
Ilmu Budaya dasar dan tujuannya
2.
Agar
kita mengetahui apa hubungan Antara Teknologi Dan Budaya Dalam Kehidupan
Manusia
3.
Agar
bertambah Pengaruh budaya terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat yang tinggi berdasarkan ilmu eksak
(pengetahuan)
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
llmu Budaya Dasar adalah
suatu pengetahuan yang meneIaah berbagai masalah kemanusiaan dan budaya, dengan
menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari dan telah dikembangkan oleh
berbagai bidang pengetahuan keahlian yang tergolong dalam Pengetahuan Budaya.Ilmu budaya dasar juga merupakan suatu ilmu yang
mempelajari dasar dasar kebudayaan, mereka yang sedang menuntut ilmu di jurusan
Sosiologi juga mempelajari mata kuliah ini.Budaya memang merupakan salah satu
jiwa dari nilai nllai yang ada di dalam masyarakat.
Secara umum pengertian kebudayaan
adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi
kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Koentjaraningrat
membagi wujud kebudayaan menjadi tiga pula, yaitu :
- Wujud sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma dan peraturan lain.Wujud tersebut menunjukan ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak tak dapat di raba, di pegang, ataupun di foto, dan tempatnya ada di dalam pikiran warga masyarakat di mana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup.
- Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.Wujud tersebut di namakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa di observasi, di foto dan di dokumentasikan karena dalam sistem sosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi.
- Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Wujud ini di sebut pula kebudayaan fisik. Di mana wujud ini hampir seluruhnya merupakan hasil fisik (aktivitas perbuatan dan karya semua manusia dalam masyarakat).
Berdasarkan
penggolongan wujud budaya di atas kita dapat mengelompokkan budaya menjadi dua,
yaitu: Budaya yang bersifat abstrak dan budaya yang bersifat konkret.
·
Budaya yang Bersifat Abstrak
Budaya
yang bersifat abstrak ini letaknya ada di dalam alam pikiran manusia, misalnya
terwujud dalam ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan, dan
cita-cita. Jadi budaya yang bersifat abstrak adalah wujud ideal dari
kebudayaan. Ideal artinya sesuatu yang menjadi cita-cita atau harapan bagi
manusia sesuai dengan ukuran yang telah menjadi kesepakatan.
·
Budaya yang Bersifat konkret
Wujud
budaya yang bersifat konkret berpola dari tindakan atau peraturan dan aktivitas
manusia di dalam masyarakat yang dapat diraba, dilihat, diamati, disimpan atau
diphoto.
Koencaraningrat
menyebutkan sifat budaya dengan sistem sosial dan fisik, yang terdiri atas: perilaku,
bahasa dan materi.
a.
Perilaku
b.
Bahasa
c.
Materi
Unsur-unsur
materi dalam budaya dapat diklasifikasikan dari yang kecil hingga ke yang besar
adalah sebagai berikut:
1. Items, adalah unsur yang paling kecil dalam budaya.
2. Trait, merupakan gabungan dari beberapa unsur terkecil
3. Kompleks budaya, gabungan dari beberapa items dan trait
4. Aktivitas budaya, merupakan gabungan dari beberapa kompleks budaya.
2.2 Tujuan Ilmu Budaya Dasar (IBD)
- Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
- Memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya ,serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
2.3 Hubungan IBD dengan ilmu eksak:
- Hubungan Antara IBD dengan Ilmu Teknik.
- Hubungan Antara IBD dengan Ilmu Pertanian.
3.
Hubungan Antara IBD dengan Ilmu Kedokteran
2.4 Kebudayaan di antara masyarakat
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang
memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan
induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena
perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender,
A.Informatika
Informatika (Inggris: Informatics) merupakan disiplin ilmu yang
mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada
mesin berbasis komputasi. Disiplin ilmu ini mencakup beberapa macam bidang,
termasuk di dalamnya: ilmu komputer, ilmu informasi, sistem informasi, teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi
manajemen. Secara
umum informatika mempelajari struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa
sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil
pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi. Aspek dari
informatika lebih luas dari sekedar sistem informasi berbasis komputer saja, tetapi masih banyak informasi
yang tidak dan belum diproses dengan komputer.
Informatika mempunyai konsep dasar, teori, dan perkembangan
aplikasi tersendiri. Informatika dapat mendukung dan berkaitan dengan aspek
kognitif dan sosial, termasuk tentang pengaruh serta akibat sosial dari teknologi informasibioinformatika, informatika medis, dan informasi yang mendukung ilmu perpustakaan, merupakan beberapa contoh yang lain dari bidang
informatika. pada umumnya. Penggunaan informasi dalam beberapa macam bidang,
seperti
Dalam
ruang lingkup yang lebih luas, informatika meliputi beberapa aspek:
- teori informasi yang mempelajari konsep matematis dari suatu informasi
- ilmu informasi yang mempelajari tentang cara pengumpulan, klasifikasi, manipulasi penyimpanan, pengaksesan, dan penyebarluasan informasi untuk keperluan sosial dan kemasyarakatan secara menyeluruh
- ilmu komputer dan teknik komputer yang mempelajari tentang pemrosesan, pengarsipan, dan penyebaran informasi dengan menggunakan teknologi informasi dan alat lain yang berbasis komputer.
2.5 Hubungan antara Teknologi dan Budaya dalam Kehidupan Manusia
Teknologi merupakan perkembangan suatu media/alat yang dapat
digunakan dengan lebih efisien guna memproses serta mengendalikan suatu
masalah. Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif. Dalam
memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi
karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri. Sebagian
dari kita beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru.
Padahal, kalau kita membaca sejarah, teknologi itu telah berumur sangat panjang
dan merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap zaman memiliki teknologinya
sendiri.
Budaya
adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat
istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
2.
6 Hubungan Teknologi dan
Kebudayaan
Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.
Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara
segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia
mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan,
atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat
pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam
teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan
fisik), yaitu:
- Alat-alat produktif
- Senjata
- Wadah
- Alat-alat menyalakan api
- Makanan
- Pakaian
- Tempat berlindung dan perumahan
- Alat-alat
transportasi
Dengan
semakin majunya perkembangan teknologi, maka hal tersebut akan berdampak pada
perubahan kebudayaan. Dampak tersebut diantaranya adalah:
1.
Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya
struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya
merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat.
Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu
ingin mengadakan perubahan. Seiring dengan kemajuan teknologi, sebuah budaya
dapat terpengaruh dan pada akhirnya terjadi perubahan budaya.
2.
Penetrasi Kebudayaan
Yang
dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan
ke kebudayaan lainnya. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dapat
membuat masuknya kebudayaan lain.
2.8 Pengaruh budaya terhadap
meningkatnya kebutuhan masyarakat yang
tinggi berdasarkan ilmu eksak (pengetahuan)
Uraian di atas menyiratkan bahwa
ilmu eksak adalah ilmu yg berdasarkan
ketepatan dan kecermatan dl metode penelitian dan analisis. Pengetahuan dan
teknologi pada dasarnya merupakan fenomena budaya.Keberadaanya sebagai fenomena
budaya dapat dilihat dari proses dan wujud dari ilmu pengetahuan dan teknologi
tersebut. Dari segi proses keberadaan ilmu
pengetahuan dan teknologi merupakan refleksi kejiwaan dari potensi
manusia,yatiu cipta,rasa,karya,dan karsa. Dalam hal ini,kebudayaan sebagai ekspresi penghayatan
masyarakat tidak hanya ditandai oleh ketenangan? kemapanan yang menimbulkan kejutan dan bahkan gejolak
social. Kejutan dan gejolak social ini dalam
arti yang positif menibulkan inovasi,yaitu dengan memasukan nilai-nilai
baru,dan renovasi,yaitu upaya penyegaran kembali serta pemberian wajah baru
pada nilai-nilai yang masih actual terhadap bentuk-bentuk semula yang sudah
usang dan tidak vocal lagi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan unsur budaya yang
menjadi kekuatan dinamik dari kebudayaan dan kehidupan masyarakat
pendukung kebudayaan tersebut. Ilmu
pengetahuan dan teknologi di Indonesia tumbuh dalam cangkokan budaya.ini
berarti bahwa tata pikir,tata nilai dan tata hidup yang asli tidak dengan
sendirinya mengdukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi,seperti misalnya dominannya budaya bicara di kalangan masyarakat
termasuk termasuk kaum elitnya.
Kondisi semacam ini menunjukan belum tersedianya tradisi
berpikir keilmuan (Poepowardojo,1993).Sehubungan dengan hal itulah maka budaya
keilmuan perlu dikembangkan.Berkembangnya budaya keilmuan akan iku memacu
perkembanagan ilmu,teknologi,dan kehidupan masyarakat.Sebagaimana dikemukakan
oleh Sumantri (1986) sebagai berikut:Suatu masyarakat modern yang berasaskan
efisiensi bertumpu pada ilmu dan teknologi sebagai landasan
utamanya,semua aspek kehidupan bermasyarakat ditata secara rasional berasakan
efisiensi bertumpu kepada ilmu dan teknologi sebagai landasan utamanya,semua
aspek kehidupan bermasyarakat ditata secara rasional berdasarkan analisis pengambilan
keputusan dalam berbagai hal didasarkan kepada kerangka argumentasi yang
didukung penalaran yang kuat.
Pemahaman iptek sebagai fenomena
budaya seperti ini Telah menggeser istilah teknologi kearah teknologi
ekonomi.Karena di dalam komponen teknologi,terkandung bukan hanya mesin dan
alat-alat yang digunakan budaya tertentu,melainkan di dalamnya juga terkandung
cara-cara benda-benda iu diorganisasikan dalam penggunaannya,pengetahuan ilmiah
yang memungkinkan hadirnya benda-benda tersebut.Disamping itu
keberadaannya juga akan mengungkapkan seting ekosistim,sosiokulural dan
latar sosio histories dari masyarakat yang mendukung dan mengembangkan
teknologi tersebut.
Penetapan akhir apakah suatu
budaya memutuskan untuk membiarkan teknologi memegang kendali atau
memutuskan untuk mengendalikan eknologi demi perbaiakn social,adalah merupakan
produk sejarah,dan pengaturan sosioekonomis beserta ideology yang mengiringnya
termasuk kekuasan.
kita dihadapkan paling tidak kepada
tiga masalah yang saling berkaitan, yaitu
1). Suatu kenyataan bahwa bangsa
Indonesia terdiri dari suku-suku bangsa, dengan latar belakang sosio budaya
yang beraneka ragam. Kemajemukan tersebut tercermin dalam berbagai aspek
kehidupan. Oleh karena itu diperlukan sikap yang mampu mengatasi ikata-ikatan
primordial, yaitu kesukuan dan kedaerahan.
2). Kemajuan dalam bidang teknologi
komunikasi massa dan transportasi, yang membawa pengaruh terhadap intensitas
kontak budaya antar suku maupun dengan kebudayaan dari luar. Khusus dengan
terjadinya kontak budaya dengan kebudayaan asing itu bukan hanya itensitasnya
menjadi lebih besar, tetapi juga penyebarannya bcrlangsung dengan cepat dan
luas jangkauannya.
BAB
III
PENUTUP
KESIMPULAN
·
llmu Budaya Dasar adalah
suatu pengetahuan yang meneIaah berbagai masalah kemanusiaan dan budaya, dengan
menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari dan telah dikembangkan oleh
berbagai bidang pengetahuan keahlian yang tergolong dalam Pengetahuan Budaya.Ilmu
budaya dasar juga merupakan suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar
kebudayaan, mereka yang sedang menuntut ilmu di jurusan Sosiologi juga
mempelajari mata kuliah ini.Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai
nllai yang ada di dalam masyarakat
·
Tujuan Ilmu Budaya Dasar (IBD)
Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan
budaya sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan
yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
Memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat
memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya ,serta
mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut
kedua hal tersebut.
·
Hubungan ilmu budaya dasar dengan teknik, budaya selalu
berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya saja teknik bercocok tanam
masyarakat kita adalah suatu budaya yang sudah ada sejak jaman prasejarah.
Teknik dan budaya merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena
sutu teknik tertentu merupakan suatu budaya yang sudah pernah atau pun sering
dilakukan baik itu pada zaman prasejarah atau pun sampai zaman modern sekarang
ini.
· Kemajuan dalam bidang teknologi
komunikasi massa dan transportasi, yang membawa pengaruh terhadap intensitas
kontak budaya antar suku maupun dengan kebudayaan dari luar. Khusus dengan
terjadinya kontak budaya dengan kebudayaan asing itu bukan hanya itensitasnya
menjadi lebih besar, tetapi juga penyebarannya bcrlangsung dengan cepat dan
luas jangkauannya. Terjadilah perubahan orientasi budaya yang kadang-kadang
menimbulkan dampak terhadap tata nilai masyarakat, yang sedang menumbuhkan
identitasnya sendiri sebagai bangsa
